WhatsApp

Info menarik

Peternak Domba Lokal Didorong Gunakan Teknologi


Bandung, 18 April 2025 — Di tengah meningkatnya kebutuhan domba menjelang Idul Adha dan permintaan ekspor, peternak domba lokal di Indonesia dihadapkan pada tantangan produktivitas, efisiensi, dan kualitas ternak. Para ahli dan pemerintah kini mendorong para peternak untuk memanfaatkan teknologi modern dalam proses beternak guna menjawab tantangan tersebut.


Menurut Kementerian Pertanian, penggunaan teknologi seperti sensor suhu kandang, otomatisasi pemberian pakan, hingga pencatatan data ternak berbasis aplikasi digital terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional hingga 40%. Teknologi ini juga membantu dalam memantau kesehatan ternak secara real-time sehingga dapat mengurangi risiko kematian.


“Di era digital seperti sekarang, peternakan tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara tradisional. Inovasi harus masuk sampai ke level peternak kecil,” ujar Dr. Yani Rahman, pakar peternakan dari Universitas Padjadjaran.


Beberapa wilayah seperti Sukabumi dan Garut sudah mulai menerapkan sistem smart farming dalam peternakan domba. Salah satu peternak, Hendra (37), mengatakan bahwa dengan aplikasi pencatatan digital, ia dapat dengan mudah memantau berat badan dan riwayat vaksinasi ternaknya. “Sekarang saya tahu mana domba yang harus segera digemukkan dan mana yang sudah siap jual,” ujarnya.


Kementerian Pertanian bersama Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) juga tengah mengembangkan pelatihan digitalisasi peternakan yang akan menjangkau lebih dari 5.000 peternak di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat tahun ini.


Namun demikian, akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan bagi sebagian peternak, terutama di wilayah terpencil. Harga perangkat dan keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, pemerintah juga mendorong kemitraan dengan swasta dan penyedia teknologi untuk menghadirkan solusi berbasis lokal yang terjangkau.


Dengan adopsi teknologi yang tepat, peternak domba lokal tidak hanya dapat meningkatkan hasil ternak, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.